90% Pasien Covid 19 di Merauke Adalah Pelaku Perjalanan

Kabarnoken.com, Merauke – Data pasien Covid 19 di Kabupaten Merauke yang terkonfirmasi sempat berada diangka 38 orang dan hari ini mengalami penurunan data angka pasien Covid 19 menjadi 30 orang, dan menjadi catatan bahwa 90 %  pasien yang ada adalah pelaku perjalanan , ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Merauke di sela-sela Sosialisasi Perbup 82 Tahun 2020, dihadapan para Lurah dari 8 Kelurahan, Perwakilan Distrik Merauke  dan awak Media bertempat di  Auditorium Kantor Bupati Merauke. Rabu (02/09).

Kegiatan sosialisasi yang difasilitasi Bagian Hukum Setda Kabupaten Merauke, menghadirkan Narasumber Antonius Victor Kaisiepo , SH, MM Kabag Hukum Setda  Kabupaten Merauke, dr. Neville Muskita  Plt Kepala Dinas Kesehatan , Rudhy Kepala Seksi Kerjasama Keamanan Satpol PP,  dihadiri pula Yacobus Duwiri, Assisten III Bidang Administrasi Umum yang juga menjabat sebagai  Sekretaris Team Satgas Covid 19 , 

Data Pasien Covid-19 Kabupaten Merauke. (Team Satgas Covid-19 Merauke)

Dalam sosialisasi selama satu jam ini , mendapat respon positif dari para Lurah. Pada faktanya dilapangan para Lurah sering menghadapi dilema terkait kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19. Antara lain masih rendahnya kesadaran masyarakat menggunakan masker

Neville Juru Bicara Satgas Covid 19 menegaskan,  upaya lain untuk membangun kesadaran masyarakat agar disiplin menerapkan protokoler kesehatan , yakni dengan menerapkan sanksi kepada masyarakat yang tidak disiplin  terutama bagi pelaku perjalanan yang tidak melakukan disiplin karantina mandiri selama 14 hari dimana setelah 10 hari harus melakukan rapid test , jika tidak maka identitas pelaku perjalanan akan dishare kepada Lurah dan Distrik agar bisa  dipantau .

Ia  melanjutkan ada persepsi yang masih keliru terkait stigma yang masih kental terhadap pasien Covid 19, bahkan yang sudah sembuh sekalipun masih mengalami diskriminasi. Hal ini mungkin yang menjadi salah satu faktor orang enggan terbuka terhadap status kesehatannya dengan anggapan takut dikucilkan oleh tetangga

Menjawab pertanyaan dari beberapa Lurah terkait pengumpulan massa yang melaksanakan kegiatan ibadah bagaimana penanganannya harus sesuai standar protokoler kesehatan . Kabag Hukum menjelaskan selama ini jika ada kegiatan yang akan mengumpulkan banyak orang   diharapkan penyelenggara menyurat ke Team Satgas sehingga Team Satgas bisa membuat tembusan ke Lurah setempat agar bisa dikontrol aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat.

Yacobus Duwiri menyadari angka pasiem Covid 19 terus meningkat salah satu faktor mungkin karena lemahnya pengawasan dari Team Satgas, nampaknya beberapa waktu ke depan harus ada penegasan dan penindakan agar masyarakat tidak menganggap remeh upaya yang dilakukan oleh pemerintah.

Usaha lain dalam membangun kesadaran masyarakat, Team Satgas Covid akan terus melakukan kegiatan sosialisasi dengan cara membagikan masker gratis kepada masyarakat, jelas Dokter Neville.

Sementara Rudhy menambahkan , dari Satpol PP prinsipnya siap menerapkan penegakan hukum terhadap implementasi peraturan dan mendukung semua upaya disiplin yang akan dilakukan.

Kontributor : Will

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.