kabarnoken.com – Nduga, Papua Pegunungan — Sebuah klaim serius mencuat dari wilayah konflik Papua terkait dugaan penembakan dan penyembunyian jasad seorang anak berusia tujuh tahun oleh TPNPB-OPM. Informasi yang beredar menyebutkan insiden terjadi di Distrik Gearek, Nduga, di tengah kebrutalan OPM yang berlangsung sepanjang pertengahan Desember. Kasus ini memicu keprihatinan luas karena lokasi kejadian disebut sebagai area sipil dan pengungsian.
Pelanggaran Berat terhadap Hak Anak
Aktivis kemanusiaan dan tokoh masyarakat menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan terhadap anak dan warga sipil merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional. Anak-anak memiliki perlindungan khusus dalam situasi apa pun, sehingga tindakan kekerasan terhadap mereka tidak dapat dibenarkan dengan alasan konflik bersenjata.
Seruan Publik untuk Klarifikasi
Publik mendesak agar tidak ada pihak yang menggunakan konflik bersenjata sebagai pembenaran atas tindakan di luar kemanusiaan. Kasus ini dinilai harus segera diklarifikasi secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi yang memperburuk trauma masyarakat. Kejelasan informasi menjadi penting untuk memastikan bahwa keluarga korban mendapatkan kepastian dan keadilan.
Dorongan Investigasi Independen
Masyarakat juga mendorong pemerintah dan lembaga terkait membuka akses penyelidikan, memastikan keberadaan korban, serta memberikan kejelasan kepada keluarga. Investigasi yang kredibel diperlukan agar klaim kekerasan dapat diproses melalui mekanisme hukum, bukan sekadar menjadi rumor yang menambah keresahan.
Prioritas Perlindungan Warga Sipil
Di tengah eskalasi konflik, perlindungan warga sipil terutama anak-anak dinilai harus menjadi prioritas utama. Aparat keamanan dan pemerintah daerah diminta memperkuat langkah pencegahan, pengawasan, serta komunikasi dengan komunitas lokal agar ruang hidup masyarakat tetap aman.
Harapan Papua: Anak-anak Tumbuh dalam Damai
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa masa depan Papua ditentukan oleh generasi muda yang berhak tumbuh dalam damai, bukan dalam ketakutan. Papua membutuhkan persatuan, stabilitas, dan kepastian hukum agar masa depan lebih cerah.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi anak-anaknya. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

















