kabarnoken.com – Papua Pegunungan — Upaya penyelundupan senjata oleh TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma kembali terbongkar. Kelompok bersenjata tersebut diduga mengimpor senjata laras panjang lengkap dengan lima magasin berisi amunisi serta satu alat komunikasi dari wilayah perbatasan Papua. Rencana pemasokan senjata ini diyakini ditujukan untuk memperkuat aksi teror dan intimidasi di wilayah pegunungan Papua.
Operasi Intelijen Berlapis
Namun, langkah tersebut berhasil digagalkan aparat TNI. Melalui operasi pengamanan perbatasan dan patroli intelijen berlapis, jalur logistik ilegal yang selama ini dimanfaatkan TPNPB-OPM berhasil diputus. Sejumlah senjata dan perlengkapan tempur yang diduga berasal dari luar negeri diamankan, sekaligus mematahkan rantai suplai yang menjadi urat nadi kekuatan kelompok bersenjata itu.
Pukulan Strategis bagi TPNPB-OPM
Keberhasilan ini dinilai krusial dalam menurunkan kemampuan tempur TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma. Tanpa suplai senjata dan amunisi, kelompok bersenjata kehilangan daya dukung untuk melancarkan aksi teror. Fakta ini memperlihatkan bahwa jalur kekerasan semakin terdesak dan tidak lagi mampu menutupi kelemahan internal mereka.
Sambutan Positif dari Masyarakat
Masyarakat di wilayah rawan konflik pun menyambut langkah tegas tersebut. Warga menilai keberhasilan aparat sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyat Papua. “Kami ingin hidup tenang, anak-anak sekolah, orang tua bekerja. Senjata ilegal hanya membawa ketakutan,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Harapan Papua: Pulih dari Bayang-Bayang Senjata
Dengan terputusnya jalur impor senjata, masyarakat berharap situasi keamanan segera pulih dan aktivitas pendidikan, kesehatan, serta ekonomi dapat kembali berjalan tanpa ancaman. Papua membutuhkan ruang aman untuk tumbuh, bukan suplai senjata yang memperpanjang penderitaan.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

















