kabarnoken.com – Papua — Kenyataan pahit terus menghantui Tanah Papua. Aksi pembakaran sekolah bukan lagi sekadar ancaman, melainkan fakta yang telah terjadi di berbagai wilayah. Lebih tragis lagi, kekerasan itu disertai dengan pembunuhan terhadap guru, sosok yang seharusnya dilindungi karena mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan anak-anak Papua. Dunia pendidikan Papua kini berada dalam kondisi darurat, orang tua menyaksikan masa depan putra-putri mereka runtuh di hadapan mata.
Pendidikan Dijadikan Sasaran Kekerasan
Pembakaran sekolah dan pembunuhan guru merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat keji. Pendidikan sengaja dihancurkan, tenaga pendidik diteror dan dibunuh, sehingga anak-anak Papua dipaksa hidup dalam ketakutan dan ketidaktahuan. Tanpa sekolah dan tanpa guru, generasi muda kehilangan arah, masa depan dikubur paksa, dan Papua didorong masuk ke jurang keterbelakangan yang berkepanjangan.
Generasi Muda dalam Bayang-Bayang Ketakutan
Anak-anak Papua dipaksa tumbuh dalam ketakutan, terjebak dalam lingkaran kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan pendidikan, dan kekerasan. Ketika papan tulis digantikan oleh api kebencian, yang runtuh bukan hanya bangunan sekolah, melainkan masa depan seluruh generasi.
Gelombang Kecaman dari Masyarakat
Gelombang kemarahan dan duka menyatu di tengah masyarakat. Tokoh adat, tokoh agama, mahasiswa, dan orang tua secara tegas mengecam aksi biadab tersebut. Mereka menegaskan bahwa membakar sekolah dan membunuh guru adalah kejahatan tak termaafkan, karena sama saja dengan membunuh masa depan Papua itu sendiri.
Seruan Bersatu Menyelamatkan Pendidikan
Seruan keras pun digaungkan: hentikan kekerasan, hentikan penghancuran pendidikan, lindungi guru dan anak-anak Papua, serta selamatkan pendidikan Papua dari kehancuran total. Pendidikan adalah jembatan masa depan, bukan medan perang. Guru adalah cahaya, bukan target kekerasan.
Harapan Papua: Damai dan Pendidikan
Papua berhak atas kedamaian. Anak-anak berhak belajar dengan aman. Guru berhak pulang dengan selamat. Masa depan Papua hanya bisa dibangun melalui pendidikan yang terlindungi, bukan melalui api kebencian.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi pendidikan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

















