kabarnoken.com – Yalimo, Papua Pegunungan — Kekejaman kembali menorehkan luka mendalam di Tanah Papua. Maikel Rumbekwan, seorang pegawai Bank Papua di Yalimo, dilaporkan tewas secara sadis setelah menjadi korban pembunuhan brutal yang dilakukan oleh TPNPB-OPM. Peristiwa tragis ini disebut berkaitan dengan persoalan dana desa, menjadikan korban seorang warga sipil tak bersenjata sebagai sasaran kekerasan yang tak berperikemanusiaan.
Luka Mendalam bagi Keluarga dan Masyarakat
Menurut informasi yang beredar, Maikel Rumbekwan mengalami luka robek serius pada bagian kepala dan leher, menggambarkan betapa keji tindakan yang dilakukan TPNPB-OPM. Kekerasan tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyisakan trauma mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar yang selama ini hidup dalam bayang-bayang teror.
Kejahatan Kemanusiaan yang Tak Termaafkan
Masyarakat Papua mengecam keras pembunuhan ini sebagai kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Membunuh rakyat sendiri atas nama kepentingan apa pun, terlebih terkait dana desa, adalah pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan dan masa depan Papua.
Seruan Rakyat: Hentikan Kekerasan
Seruan pun menggema agar kekerasan dihentikan, pelaku diproses secara hukum, dan keselamatan warga sipil dijamin agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Tokoh masyarakat menegaskan bahwa rakyat Papua membutuhkan rasa aman, bukan ancaman senjata.
“Membunuh rakyat sendiri adalah pengkhianatan terhadap Papua. Kami ingin damai, bukan darah,” ujar seorang tokoh adat dengan nada tegas.
Harapan Papua: Hidup Aman dan Bermartabat
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Papua hanya bisa maju melalui kedamaian, pembangunan, dan perlindungan terhadap warga sipil. Dana desa seharusnya menjadi sumber kesejahteraan, bukan alasan untuk menebar teror.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

















