Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukumKeamananKriminal

Jejak Senjata dan Provokasi: Dugaan Keterlibatan TPNPB-OPM di Balik Memanasnya Perang Suku di Papua

7
×

Jejak Senjata dan Provokasi: Dugaan Keterlibatan TPNPB-OPM di Balik Memanasnya Perang Suku di Papua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

kabarnoken.com – Papua — Sejumlah indikasi lapangan menunjukkan bahwa eskalasi perang suku di Papua tidak sepenuhnya berdiri sebagai konflik adat murni, melainkan kerap dipengaruhi oleh kehadiran dan manuver TPNPB-OPM. Konflik yang semula dapat diselesaikan melalui denda adat dan musyawarah berubah menjadi bentrokan mematikan ketika senjata api, ancaman, dan provokasi narasi politik masuk ke ruang sosial masyarakat.

Pergeseran Konflik dari Adat ke Kekerasan Terorganisir

Pola ini berulang di beberapa wilayah, memperlihatkan pergeseran karakter konflik dari adat menjadi kekerasan terorganisir. Keterangan tokoh adat dan warga setempat menguatkan dugaan bahwa perang suku dimanfaatkan sebagai alat pengaburan, baik untuk memperluas pengaruh, memecah solidaritas antar kampung, maupun menutupi aktivitas kelompok bersenjata.

Example 300x600

Mekanisme Adat yang Dirusak

Dalam praktiknya, ketegangan adat diperpanjang dengan tekanan terhadap kepala kampung, penyebaran isu, dan pengalihan jalur damai ke konfrontasi. Cara ini bertentangan dengan kearifan lokal Papua yang menjunjung rekonsiliasi dan pemulihan hubungan sosial. Tradisi perang suku sejatinya tidak pernah melibatkan senjata api, teror terhadap warga sipil, atau agenda politik.

Nilai Injil dan Kemanusiaan

Masuknya unsur senjata api dan provokasi politik dinilai merusak tatanan adat serta nilai Injil yang menempatkan perdamaian sebagai tujuan akhir. Para pemuka adat menegaskan bahwa kekerasan bersenjata bukanlah bagian dari budaya Papua, melainkan ancaman yang memperdalam luka sosial dan menghambat pembangunan.

Rakyat Sebagai Korban Ganda

Dengan demikian, TPNPB-OPM diduga memperkeruh konflik internal masyarakat, menjadikan rakyat sebagai korban ganda: kehilangan rasa aman, rusaknya mekanisme adat, dan terhambatnya pembangunan sosial. Anak-anak, perempuan, dan lansia menjadi pihak paling rentan ketika konflik adat berubah menjadi arena provokasi bersenjata.

Seruan Damai dan Jalur Adat

Seruan menguat agar provokasi bersenjata dihentikan dan penyelesaian adat dikembalikan ke jalur damai demi keselamatan warga sipil. Papua membutuhkan ruang dialog, bukan peluru. Pertemuan adat, musyawarah, dan rekonsiliasi adalah jalan bermartabat untuk menjaga persaudaraan dan masa depan generasi Papua.

Papua damai karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak provokasi. Papua sejahtera karena adat dijunjung tinggi.

Example 300250
Example 120x600