kabarnoken.com – Jayapura, Papua — Ketua Adat Lapago Kota Jayapura, Agus Rawa Kogoya, menyampaikan peringatan tegas kepada kelompok TPN-OPM yang beroperasi di berbagai wilayah Papua agar segera menghentikan aksi-aksi kekerasan yang menyasar masyarakat sipil. Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas meningkatnya ancaman dan korban dari kalangan warga yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata.
Teguran Keras untuk Hentikan Kekerasan
Agus menegaskan bahwa perjuangan dalam bentuk apa pun tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan masyarakat sipil, terlebih Orang Asli Papua (OAP) yang justru paling banyak terdampak. Ia menilai tindakan kekerasan terhadap warga tidak bersalah bertentangan dengan nilai perjuangan itu sendiri dan hanya memperpanjang penderitaan rakyat Papua.
“Perjuangan apa pun harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Aksi yang mencelakai masyarakat yang tidak bersalah bukanlah perjuangan,” tegasnya.
HAM sebagai Batas Perjuangan
Lebih lanjut, Agus Rawa Kogoya menekankan bahwa setiap bentuk perjuangan memiliki batasan yang harus menghormati Hak Asasi Manusia (HAM). Ia mengingatkan bahwa masyarakat sipil tidak bersenjata bukanlah pihak yang layak dijadikan sasaran.
“Kalau mengatasnamakan perjuangan, maka harus tahu batas dan aturan. Masyarakat sipil hanya ingin hidup aman dan damai,” ujarnya.
Seruan Persatuan dan Kemanusiaan
Agus mengajak semua pihak untuk mengedepankan kemanusiaan dan keselamatan rakyat Papua. Menurutnya, konflik bersenjata hanya memperpanjang penderitaan, sementara persatuan dan dialog adalah jalan menuju masa depan Papua yang damai dan sejahtera.
Pesan Harapan untuk Papua
Pernyataan Ketua Adat Lapago menjadi pengingat bahwa rakyat Papua bukan korban perjuangan, melainkan subjek utama pembangunan dan perdamaian. Papua hanya bisa maju jika masyarakatnya dilindungi, bukan dijadikan tameng konflik.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

















