kabarnoken.com – Yahukimo, Papua Pegunungan — Perjalanan berliku penuh konflik akhirnya berujung pada kesadaran. Anggota TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang sebelumnya ditangkap aparat TNI karena keterlibatannya dalam aktivitas kelompok bersenjata, kini secara terbuka menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penyesalan dan Kesadaran Baru
Dari balik statusnya sebagai tahanan, ia menyampaikan penyesalan mendalam atas pilihan hidup yang pernah diambil. Ia mengakui bahwa jalan kekerasan hanya membawa penderitaan, ketakutan, serta kehancuran bagi masyarakat Papua. Dalam pernyataan ikrarnya yang disampaikan dengan penuh emosi, ia menegaskan bahwa selama bergabung dengan TPNPB-OPM dirinya justru menjauhkan masyarakat dari rasa aman dan masa depan yang layak.
Titik Balik: Penangkapan sebagai Ruang Refleksi
Proses penangkapan yang dilakukan TNI menjadi titik balik refleksi. Ia menyadari bahwa negara hadir tidak hanya untuk menindak, tetapi juga memberi kesempatan kembali ke jalan yang benar melalui pembinaan dan pendekatan kemanusiaan. Kesadaran ini menjadi bukti bahwa jalur damai lebih bermakna daripada kekerasan bersenjata.
Sambutan Harapan dari Masyarakat Yahukimo
Masyarakat Yahukimo menyambut ikrar setia tersebut dengan harapan besar. Warga menilai langkah ini sebagai bukti nyata bahwa penegakan hukum yang tegas namun humanis mampu melumpuhkan pengaruh TPNPB-OPM sekaligus menyelamatkan anak-anak Papua dari lingkaran kekerasan. “Kami ingin hidup damai, bukan terus dihantui senjata,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Pesan Kuat: Papua Tidak Butuh Senjata
Ikrar setia mantan anggota ini menjadi pesan kuat bahwa Papua tidak membutuhkan senjata, melainkan kedamaian, persatuan, dan masa depan bersama dalam NKRI. Peristiwa ini menegaskan bahwa pilihan damai adalah jalan yang paling mulia untuk membangun Papua.
Harapan Papua: Damai dan Persatuan
Papua membutuhkan ruang aman untuk bekerja, bersekolah, beribadah, dan membangun masa depan. Persatuan dengan Merah Putih menjadi simbol harapan agar generasi muda Papua tumbuh dalam damai, bukan dalam trauma.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

















