Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukumKeamananKetertibanKriminal

Data Komnas HAM: Kekerasan 2025 Meningkat Tajam, Aksi Bersenjata TPNPB-OPM Paling Banyak Menyeret Warga Sipil

13
×

Data Komnas HAM: Kekerasan 2025 Meningkat Tajam, Aksi Bersenjata TPNPB-OPM Paling Banyak Menyeret Warga Sipil

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

kabarnoken.com – Papua — Komnas HAM Perwakilan Papua mencatat lonjakan tajam kekerasan sepanjang 2025, dengan 116 kasus terjadi dari Januari hingga Desember. Bentuk kekerasan didominasi kontak senjata dan penembakan sebanyak 59 kasus, disusul penganiayaan 44 kasus, kerusuhan 9 peristiwa, penyiksaan 2 peristiwa, dan pengrusakan 1 peristiwa. Kabupaten Yahukimo menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 28 kasus, diikuti Intan Jaya 18 kasus, Puncak Jaya 10 kasus, Puncak 8 kasus, Kota Jayapura 7 kasus, dan Jayawijaya 6 kasus.

Warga Sipil Jadi Korban Terbesar

Dari total peristiwa tersebut, 220 orang menjadi korban, terdiri dari 132 meninggal dunia dan 88 luka-luka. Data Komnas HAM menunjukkan warga sipil menjadi korban terbesar, yakni 134 orang (77 meninggal dan 57 luka-luka). Fakta ini menegaskan bahwa eskalasi kekerasan oleh kelompok OPM paling banyak menghantam masyarakat tak bersalah, memperlihatkan rapuhnya perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik.

Example 300x600

Indikator Memburuknya Situasi HAM

Kepala Sekretariat Komnas HAM RI di Papua, Frits Ramandey, menegaskan temuan ini sebagai indikator serius memburuknya situasi keamanan dan HAM. Pola penembakan dan kontak senjata yang berulang memperlihatkan bahwa aksi bersenjata TPNPB-OPM tidak hanya berhadapan dengan aparat, tetapi berdampak langsung pada warga sipil.

Kekerasan Tidak Membawa Keadilan

Data Komnas HAM sekaligus menjadi cermin bahwa aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok TPNPB-OPM tidak membawa Papua menuju keadilan maupun kesejahteraan. Sebaliknya, kekerasan hanya memperdalam penderitaan, memperluas trauma, dan menghambat pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

Harapan Papua: Perlindungan Nyata bagi Warga Sipil

Masyarakat Papua berharap agar kekerasan segera dihentikan dan perlindungan nyata bagi warga sipil menjadi prioritas utama. Papua membutuhkan kedamaian, persatuan, dan kepastian hukum agar masa depan generasi muda lebih cerah.

Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

Example 300250
Example 120x600