Dua Korban Tidak Ditemukan Hingga Hari Ketujuh, Tim SAR Gabungan Hentikan Operasi SAR

Kabarnoken.com, Merauke – Keputusan berat untuk mengakhiri pencarian atas 2 (dua) korban kecelakaan kapal yang belum ditemukan harus diambil mengingat pencarian intensif telah dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari sejak laporan diterima pada tanggal 27 Agustus lalu, Rabu (02/09).

Pengerahan unsur baik personil Basarnas Merauke maupun potensi SAR dari TNI/Polri serta masyarakat dan pemilik kapal dilakukan secara masif di area pencarian yang telah disusun berdasarkan hasil perhitungan SAR MAP.

Sedikitnya 3 (tiga) armada laut serta 3 (tiga) tim darat melakukan penyisiran baik di laut maupun di darat untuk mencari keberadaan kedua korban yang tenggelam sejak tanggal 26 Agustus lalu.

Berdasarkan Standart Operational Prosedure (SOP) sesuai amanat Undang-Undang SAR nomor 29 tahun 2014 tentang batas waktu pelaksanaan operasi SAR dimana ditetapkan batas waktu pelaksanaan awal sebuah operasi SAR adalah selama 7 (tujuh) hari.

Hal ini didasarkan atas pertimbangan daya tahan tubuh manusia tanpa makan dan minum adalah selama tujuh hari.

Oleh karenanya, bertempat di posko SAR gabungan di Dermaga Dinas Perikanan Merauke dilakukan rapat evaluasi hasil pelaksanaan operasi SAR yang telah dilakukan selama ini. 

Bertindak memimpin rapat adalah Kepala Kantor Basarnas Merauke didampingi Komandan Satrol Lantamal XI Merauke dengan dihadiri perwakilan keluarga korban dan pemilik kapal.

Dalam rapat evaluasi dipaparkan seluruh upaya yang telah dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak hari pertama operasi di gelar hingga hari ke tujuh ini.

Atas kesepakatan semua pihak terkait baik keluarga dan pemilik kapal serta tim SAR gabungan maka disepakati bahwa operasi dinyatakan ditutup untuk kemudian dilakukan pemantauan.

Pemantauan dimaksud adalah upaya untuk mengumpulkan data dan informasi akan keberadaan korban maupun tanda-tanda melalui potensi SAR yang ada.

Jika suatu saat dilaporkan adanya penemuan tanda-tanda keberadaan korban maka operasi SAR akan dapat dibuka kembali.

Dalam arahannya, kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke Supriyanto Ridwan, S.E menyampaikan bahwa upaya pencarian sudah dilakukan semaksimal mungkin dengan segala kemampuan yang ada baik fisik maupun peralatan yang dimiliki namun hasilnya belum memuaskan. 

“Kami sedih kalau tidak berhasil menemukan korban karna ini adalah tugas dan tanggung jawab kami, namun Yang Kuasa berkehendak lain sehingga di hari ketujuh ini korban belum bisa kami temukan,” ungkapnya dihadapan pihak keluarga dan pemilik kapal.

“Walaupun ditutup saat ini tapi bukan berarti operasi selesai begitu saja, kami lakukan pemantauan dan jika kemudian hari ada laporan keberadaan atau tanda-tanda korban maka operasi SAR akan kami buka kembali,” tegasnya.

Disaat bersamaan Komandan Satrol Lantamal XI Merauke, Letkol Laut (P) Asep Muslim Sugiantoro turut menghimbau agar para pemilik kapal serta pelaku pelayaran hendaknya lebih memperhatikan unsur keselamatan di atas kapal sehingga kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pada tanggal 26 Agustus lalu telah tenggelam sebuah kapal nelayan yakni KMN.

Pelita Makmur akibat terhempas ombak besar di perairan Torasi Merauke.

Empat korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat yaitu Banai, Anis, Tompo, dan Marsel. 

Keempatnya lantas di evakuasi sementara di Pos Angkatan Laut di Torasi dan kemudian pada hari ini di evakuasi ke Merauke.

Kontributor : CAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.