Kader Kampung Turut Berperan Dalam Eliminasi Malaria Kabupaten Manokwari 2023

Kader Kampung Turut Berperan Dalam Eliminasi Malaria Kabupaten Manokwari 2023

Kabarnoken.com, Manokwari – Kader kampung turut berperan dalam Eliminasi Malaria Kabupaten Manokwari 2023. Hal ini dikatakan Johan K. Papare, Amk  selaku Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular  mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat,  saat menutup  Pelatihan Participatory Learning and Action (PLA) bagi Kader Kampung Program Malaria, Sabtu 12 September 2020 di Hotel Valdos Manokwari.

Masalah kesehatan masyarakat  seperti pencegahan penyakit tidak semata-mata adalah urusan Dinas Kesehatan saja. Dinas Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri, perlu ada dukungan pihak lain, yang salah satunya  adalah dukungan peran serta masyarakat. Apa yang dilakukan saat ini oleh Perkumpulan Terbatas Peduli Sehat (PtPS)  bekerjasama dengan PERDHAKI, yaitu menyelenggarakan pelatihan Participatory Learning and Action (PLA) bagi kader kampung Program Malaria, adalah bagian dari upaya mendorong peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian Malaria, ungkap Johan Papare. 

Menurut Johan, di dalam pengendalian malaria dikenal ada dua hal yang dikerjakan, hal pertama adalah  kendalikan parasit yang ada di dalam tubuh manusia dan hal kedua yaitu  kendalikan lingkungan sekitar kita. Ini dilakukan supaya  walaupun ada nyamuk, tetapi ketika parasit itu tidak ada maka tidak ada penularan. Selain itu pemahaman masyarakat tentang malaria juga  haruslah berubah,  karena sampai hari ini masih banyak mitos-mitos  tentang penyebab, mitos pencegahan dan pengobatan  malaria, seperti contoh mandi air hujan dapat menyebabkan malaria, bermain di becek menyebabkan malaria, dan lain sebagainya.  Semoga pengetahuan yang mama-mama kader kampung dapatkan selama pelatihan dan praktek lapangan dapat ditularkan kepada orang lain, pesan Johan Papare kepada peserta pelatihan.

Sementara itu, Ir Sahat Saragih selaku Direktur Perkumpulan Terbatas Peduli Sehat (PtPS) menaruh harapan kepada peserta pelatihan Kader Kampung program Malaria untuk dapat berbuat sesuatu yang dimulai dari hal-hal kecil di kampung, yang pada akhirnya mempunyai dampak  bagi Eliminasi Malaria di Kabupaten manokwari 2023 dan Eliminasi Malaria Provinsi Papua Barat 2024.  Pengetahuan yang Kader Kampung dapatkan selama mengikuti Pelatihan,  dapat dipraktekan di kampung masing-masing, seperti mengajak masyarakat untuk  mengenali tempat-tempat perindukan nyamuk yang ada disekitar lingkungan  termasuk juga di dalam rumah, mengenali situasi lingkungan kampung,   melakukan aksi nyata seperti membersihkan lingkungan yang kotor, menimbun  kaleng-kaleng bekas, menimbun atau mengalirkan air yang tergenang, menguras tempat-tempat penampungan air di rumah, dan berbagai aksi nyata lain sebagai upaya memutus rantai penularan Malaria, ujar Sahat Saragih.

Pelatihan Participatory Learning and Action (PLA) berlangsung sejak tanggal  10-12 September 2020 berjalan baik dan lancar, menggunakan metode pembelajaran orang dewasa, serta tetap memperhatikan protokoler pencegahan Covid-19, hal ini sebagaimana disampaikan oleh  Ais Reawaruw selaku Fasilitator Pelatihan kepada Kabar Noken. Pelatihan diikuti oleh 20 orang kader malaria yang  berasal dari masing-masing kampung dan kelurahan di wilayah Puskesmas Amban, Puskesmas Pasir Putih, dan Puskesmas Sanggeng.  Menurutnya, ada  hal yang menarik dan berkesan sebagai fasilitator yaitu bahwa hampir semua peserta adalah mama-mama dari kampung. Ini membuktikan bahwa mama-mama selain peduli terhadap masalah kesehatan dalam keluarga,  tetapi juga mereka mau dan bersedia mengambil peran yang penting sebagai motor penggerak Eliminasi Malaria di lingkungan kampung tempat mama-mama ini tinggal. Harapan kita nantinya bahwa  mama-mama kader kampung yang terlatih PLA Program Malaria terus aktif dan bersemangat, bermitra dengan Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kampung, menjadi salah satu kunci keberhasilan Eliminasi Malaria di Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat, ujar Ais Reawaruw.

Kader kampung memfasilitasi Diskusi Pertisipasi Masyarakat untuk Aksi Pencegahan dan Penanggulangan Malaria di Kampung Bakaro Manokwari

Dalam kesempatan yang terpisah mama Rut Mandibodibo menceritakan kepada Kabarnoken, bahwa ia  sangat senang dan berterimakasih kepada PtPS yang telah memberi kesempatan kepadanya sebagai peserta pelatihan.  Dalam pelatihan ini kami dilatih bagaimana cara memimpin  pertemuan di kampung, bagaimana cara mengidentifikasi penyebab timbulnya malaria, mengamati tempat-tempat perindukan nyamuk di lingkungan sekitar dan tempat tinggal, cara pencegahan, prioritas pencegahan, penggunaan kelambu, pengobatan malaria yang benar, serta kami diajari bagaimana menyusun rencana aksi bersama-sama kelompok masyarakat di lingkungan kampung. Dan tidak sampai disitu saja, kami para kader kampung program Malaria juga didampingi oleh  fasilitator mempraktekan langsung materi selama pelatihan di  lima lokasi berbeda, dan selama praktek lapangan semua berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat  yang diundang hadir dalam diskusi, ujar mama Rut Mandibodibo. (Philips R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.