KATANE SUPPORT GROUP : MEMPRIHATINKAN ! TINGGINYA ANAK MISKIN PERKOTAAN

Kabar Noken, Merauke – Ketua KDS (Kelompok Dampingan Sebaya ) Katane Support Group Herlina Fonataba (48thn), ditemui Kabar Noken dirumahnya yang juga menjadi shelter kegiatan di wilayah Sumur Bor Pelabuhan Merauke (24/10)

Ibu dari empat orang anak ini sejak lama berkecimpung sebagai aktivitis sosial.

Saat ini setiap hari mendampingi anak-anak korban lem aibon yang sebagian besar sudah putus sekolah.

Ia bertutur, “dalam kota Merauke ini ada sekitar 12 titik tempat dimana anak-anak ini dikategorikan anak-anak miskin perkotaan yang tersebar di 11 kelurahan Distrik Merauke. 

Dengan latar belakang pendidikan yang nyaris buta huruf, anak-anak ini didorong untuk bersekolah”.

Mereka ada yang bersekolah di SD Negeri 2, SD YPK Ermasu dan di Sekolah Satap Wasur. 

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, anak-anak tersebut pada akhirnya tidak lagi mengikuti kegiatan belajar, apalagi secara online.

Setiap hari mereka ada di jalanan, bekerja untuk mengumpulkan besi tua, aluminium, sampah plastik, ada juga yang menjadi buruh cuci mobil, buruh angkut galon, angkut beras, buruh angkut barang dari pelabuhan ke toko-toko.

Anak-anak tersebut mendapatkan uang hasil jerih lelahnya berkisar 10 – 20 ribu rupiah. 

Pemandangan miris seperti ini kerap mewarnai aktivitas bongkar muat seputar pelabuhan. 

Anak-anak tersebut tidak merasakan perbedaan situasi masa pandemi Covid-19 atau tidak, mereka tidak terbiasa untuk mencuci tangan apalagi taat menggunakan masker. 

Salah satu aktivitas lain KDS Katane Support Group yang harus tetap berjalan tanpa biaya operasional yang memadai yakni pelayanan kepada ODHA. 

Herlina Fonataba sebagai pendiri sekaligus Koordinator KDS menegaskan kepada Kabar Noken bahwa  pihaknya bersama beberapa relawan tetap melaksanakan kegiatan posyandu ibu dan anak yang bekerjasama dengan Puskesmas Gudang Arang, melakukan VCT (test darah sukarela ) terhadap remaja luar sekolah dan WPSJ (Wanita Pekerja Seks Jalanan).

Para buruh dan ABK kapal kecil juga menjadi salah satu hotspot pengambilan kondom Katane.

Masalah sosial seperti ini sudah dilakoni Herlina Fonataba (48 tahun) sejak belasan tahun lalu.

Herlina juga tercatat sebagai salah satu Konselor yang tergabung  dalam perhimpunan Konselor HIV/ AIDS. 

Katane Support Group sejak 2013 dalam aktivitasnya juga memiliki dampingan ODHA (Orang Yang Hidup Dengan HIV AIDS) yang berada di luar kota, tepatnya di wilayah Distrik  Semangga dan Tanah Miring.

Ia menjelaskan, “teman-teman ODHA yang kami dampingi ada yang kesulitan mengakses tempat layanan untuk mendapatkan obat ARV di Klinik Animha”.

Ia menceritakan bahkan ada teman ODHA yang harus menumpang truck pasir yang hendak ke kota sambil menggendong anak, kemudian turun di pasar baru dan berjalan kaki ke Klinik Animha di Kompleks RSUD.

“Dan masih banyak kisah lain yang menuntut perhatian dari Pemerintah Daerah, kepada masyarakat kecil ini,” harap Herlina menutup perbincangan.(Will)

2 thoughts on “KATANE SUPPORT GROUP : MEMPRIHATINKAN ! TINGGINYA ANAK MISKIN PERKOTAAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.