Pembuatan Bilik Disinfektan, Sekretaris LPPM Unmus : Memutus Mata Rantai Covid-19 di Kampus

Kabarnoken.com, Merauke – Mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 dilingkungan kampus , Universitas Musamus Merauke membuat bilik disinfektan dengan menggunakan Dettol Antiseptik sebagai bahan utama dalam pembuatan cairan penyemprotnya.

Diketahui bersama bahwa Dettol Antiseptik sering kali digunakan oleh masyarakat, selain harganya terjangkau, Dettol juga berfungsi membunuh kuman serta berguna untuk pertolongan pertama, medis, kebersihan pribadi dan keluarga.

Pengerjaan Bilik Disinfektan Universitas Musamus. (Kabar Noken/ CAR)

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Musamus Merauke Richard Semuel Waremra,ST.,M.Si mengatakan bahwa, perintah dari pada pimpinan untuk membuat Bilik Disinfektan guna memasuki masa New Normal, sekaligus memutus mata rantai Covid-19 di kampus Universitas Musamus Merauke.

Menurut dia, cairan penyemprot yang digunakan bukan berupa cairan yang dilarang, melainkan Dettol Antiseptik yang dilarutkan kedalam air. Cara penggunaan Dettol secara terukur dan benar sesuai dengan petunjuk pada kemasannya.

Dikatakan Richard, instruksi pimpinan, dia bersama rekan kerjanya mengerjakan Bilik Disinfektan berukuran besar yang terletak pada pintu masuk Universitas, sebagai upaya didalam mensterilkan lingkungan kampus.

‘Kita mau sterilkan, jadi ketika ingin memasuki kampus tersebut dalam status zona hijau. Mobil motor maupun orang akan disemprot dengan cairan dettol antiseptik agar benar – benar steril ketika memasuki Universitas”, Kata Richard saat dikonfirmasi wartawan Kabar Noken melalui Via telpon, Rabu (12/8).

Para Mahasiswa KKN saat memasuki area kampus. Mencuci tangan menjadi salah satu Porotokol yang harus dilakukan. (Kabar Noken/ CAR)

Sekretaris LPPM Unmus juga menyebutkan bilik disinfektan yang berada di PKM diperuntukkan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di kampus. Bukan hanya bilik disinfektan namun tempat Pencucian tangan juga disediakan kepada setiap peserta Kuliah Kerja Nyata, dengan selalu menaati protokol kesehatan yang ada.

Selain di kampus lanjut Richard, dirinya juga membuat bilik disinfektan di berbagai tempat salah satunya di Gereja Mopah Lama. Walaupun sederhana akan tetapi dapat bermanfaat bagi semua orang.

“Saya secara pribadi, saya bersedia apabila masyarakat, pemerintah daerah kabupaten merauke, bahkan istansi mana saja meminta untuk dibuatkan, Saya bersedia untuk membantu, karena kita bersama – sama memerangi Virus Covid-19 di Kabupaten Merauke” , Ungkap Sekretaris LPPM Unmus Richard Semuel Waremra,ST.,M.Si.

Dengan demikian, adanya bilik disinfektan merupakan upaya dalam mencegah serta memutus mata rantai covid – 19 di kabupaten merauke.

Kontributor : CAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.