Kabarnoken.com- Untuk memberikan ruang bagi mama asli Papua di Kabupaten Lanny Jaya dalam menjual hasil pangan local,bupati setempat mengimbau pedagang non Papua tidak menjual pangan lokal.
Hal ini dimaksudkan Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom bersama Wakil Bupati Fredi Ginia Tabuni, guna memberikan proteksi bagi pedagang mama-mama Papua untuk mendapat akses pasar dalam menjual produk lokal mereka.
“Sebagai bentuk aspirasi dari mama-mama kita asli Papua yang berjualan, kami Pemerintah Lanny Jaya ingin menyampaikan kepada teman-teman pedagang kita yang berjualan pinang itu, mereka minta supaya tidak lagi dijual,” katanya di Lanny Jaya, melalui pesan Whatsappnya, Sabtu, (29/03/2025).
Kepala daerah ini mengapresiasi mama-mama Papua karena mereka mampu mengelola dari hasil kebun mereka, maka apa yang dijual pedagang asli Papua jangan lagi dijual oleh pedagang non Papua.
Kebijakan ini dimaksudkan untuk menekan kecemburuan social antara mama-mama Papua terhadap pedagang non Papua atau perantau.
“Untuk membuka kios dengan 9 bahan pokok silakan (non Papua jual). Tetapi untuk menjual tahu, pinang dan hasil bumi dari pangan local, kebalikan ke mama-mama kita,” katanya karena perusahan tahu dan tempe milik anak asli Lanny Jaya juga ada.
Bupati memastikan sudah mengeluarkan edaran untuk menyampaikan kepada pedagang di sana, terkait kebijakan itu.
Ia juga menambahkan,hal ini dilakukan bukan untuk membuat perbedaan, tetapi lebih kepada memberikan peluang kepada pemilik negeri untuk bisa bersaing secara ekonomi serta mampu juga menjual hasil kebun mereka untuk memberikan pemasukan bagi keluarga mereka.