kabarnoken.com – Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menyampaikan bahwa kunjungan kerja Wakil Presiden RI ke Kabupaten Yahukimo untuk sementara ditunda. Penundaan tersebut dilakukan semata-mata karena adanya penyesuaian agenda kenegaraan yang bersifat mendesak dan strategis, sehingga diperlukan perubahan jadwal kunjungan ke sejumlah daerah, termasuk Yahukimo.
Penundaan Bukan Karena Tekanan
Pemerintah menegaskan bahwa penundaan ini tidak berkaitan dengan tekanan maupun klaim sepihak dari kelompok tertentu. Klaim TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo terkait upaya menggagalkan kunjungan kerja Wakil Presiden RI serta narasi baku tembak berkelanjutan dinilai sebagai propaganda yang bertujuan menebar ketakutan di tengah masyarakat.
Agenda Kenegaraan yang Dinamis
Seluruh agenda Wakil Presiden disusun berdasarkan prioritas nasional dan dinamika pemerintahan yang berkembang. Penyesuaian jadwal merupakan hal yang lazim dalam tata kelola negara, terutama ketika terdapat agenda kenegaraan penting yang membutuhkan kehadiran langsung pimpinan nasional.
Imbauan kepada Masyarakat Papua
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh narasi provokatif yang berupaya memelintir fakta penundaan kunjungan tersebut. Negara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di Tanah Papua melalui pembangunan, pelayanan publik, serta pendekatan kesejahteraan dan kemanusiaan.
Prioritas Utama: Keselamatan dan Stabilitas
Keselamatan masyarakat sipil dan stabilitas daerah tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan agenda kenegaraan. Penundaan kunjungan tidak mengurangi perhatian pemerintah terhadap Papua, melainkan memperlihatkan bahwa negara selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas tertinggi.
Pesan Harapan untuk Papua
Kehadiran Wakil Presiden RI di Yahukimo akan tetap dijadwalkan ulang sesuai agenda kenegaraan. Masyarakat diharapkan tetap optimis bahwa negara hadir untuk mendengar, melindungi, dan membangun Papua.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

















