Peran Sosial Kemanusiaan Anggota Satgas Pamtas Yonif 125 Si’mbisa Membantu Persalinan​

Peran Sosial Kemanusiaan Anggota Satgas Pamtas Yonif 125 Si’mbisa Membantu Persalinan

Kabar Noken – Anggota Satgas Pamtas Yonif 125 Si’mbisa Pos Yakyu, Rawa Biru dibawah Komando Letkol Infantri Ajuanda Pardosi, melakukan aksi sosial kemanusiaan. Menjaga wilayah perbatasan yang jauh dari jangkauan komunikasi massa dan lokasi transportasi yang terbatas, membuat warga masyarakat Suku Kanum Rt 13 Wilayah Yakyu lingkup Kampung Rawa Biru Distrik Sota Merauke Papua, mengalami sedikit ketersiolasian. Minimnya sarana pendidikan menjadi hambatan selama bertahun-tahun anak-anak tidak bersekolah. Begitu pula dengan sarana kesehatan yang masih sangat minim, menyebabkan akses pelayanan bagi kaum perempuan menjadi sangat terbatas, terutama bagi ibu-ibu yang hendak bersalin. Kampung Yakyu yang bisa dijangkau menggunakan jalan darat dengan jalan kaki dengan waktu tempuh yang lama atau menggunakan perahu kecil atau ketinting dengan waktu tempuh sekitar dua jam ini, dihuni sebanyak 28 KK, 137 jiwa. Menurut Ketua RT, Lukas Maywa (31thn) kepada Kabar Noken, selama ini ia dipercaya sebagai RT di kampung yang berbatasan secara teritorial dengan negara tetangga Papua New Guinea, dirinya bersama ketua adat setempat membangun kerjasama dengan pihak Klasis GPI, pihak Pemerintah Daerah dan aparat TNI dari Satgas Pamtas yang bertugas selama ini di wilayahnya. Iapun bertutur kepada Kabar Noken, dirinya merasakan sendiri dukungan dan peran sosial kemanusiaan yang dilakukan dengan sigap oleh Satgas Pamtas Yonif 125 Si’mbisa, pada saat istrinya Isok Ndimar (29 thn) tepatnya 5 September lalu harus melahirkan anak ketiganya di kebun belakang rumah yang berjarak 150 meter dari Pos Jaga Satgas Pamtas.

Danpos Satgas Pamtas Yonif 125 Si’mbisa Yakyu Letda Inf Zul Afendi (kiri), Ketua RT Kampung Yakyu Lukas Maywa (kanan)

Informasi tersebut dibenarkan oleh Danpos Satgas Pamtas Yonif 125 Si’mbisa kepada Kabar Noken, Letda Inf Zul Afendi (40 thn). Saat itu sekitar jam 6 pagi datang Mama Kristian ke Pos Satgas Yakyu, untuk meminta pertolongan, ada Mama Isok Ndimar istri dari Lukas Maywa yang hendak bersalin ditengah kebun. Menurut adat setempat laki-laki siapapun termasuk suami tidak boleh mendekati perempuan yang hendak bersalin. Melihat kondisi Isol yang melemah sehingga Prada Indra dan Prada Grego Sitepu melakukan pemasangan infus dan memberikan beberapa alat kesehatan kepada Mama Kristian yang biasa membantu proses persalinan di Kampung Yakyu. Petugas kemudian menggelar alas terpal untuk berbaring dan menggantung botol infus pada sebatang pohon singkong dan memberikan kesempatan kepada Mama Kristian dan dua ibu lainnya mendampingi proses persalinan yang berjalan dengan baik hingga memandikan jabang bayi dan menempatkan dalam gendongan bayi yang nyaman, baru setelah itu petugas memeriksa kondisi Ibu dan bayinya.

Selain tugas-tugas darurat seperti itu, Danpos yang membawahi belasan personil ini mengungkapkan juga, bahwasanya tugasnya bersama. anggota mengajak masyarakat terlibat dalam pembanguan jembatan yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. Selain itu, bersama masyarakat saat ini tengah dipersiapkan pembangunan PLTS milik PLN disamping Pos Satgas yang kiranya keberadaan PLTS nantinya bisa memberikan penerangan kepada masyarakat yang selama ini hidup masih dengan penerangan seadanya.

Kerja bakti pembuatan jembatan | doc. Tim Satgas

Aktivitas lainnya yang patut menjadi contoh bagi masyarakat adalah berkebun, dengan berkebun seperti sedang menanam makanan sendiri, hasilnyapun mulai nampak ketika Kabar Noken sempat dihidangkan jagung rebus Yakyu yang manis, menutup percakapan. (Will)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.