Satuan Reserse Narkoba Laksanakan Konferensi Pers Kasus Narkoba dan Miras Illegal

Kabarnoken.com, Merauke – Kepala Kepolisian Resor Merauke AKBP Ary Purwanto, Sik melalui Kasat reserse Narkoba Polres Merauke AKP Najamuddin, MH didampingi Kasubbag Humas AKP Ariffin, S.Sos melaksanakan Konferensi Pers Kasus Narkoba dan Miras Illegal, bertempat di ruang Humas Polres Merauke jalan Brawijaya No. 27 Merauke Papua. Jumat (28/8/2020).

Saat konferensi pers tersebut dikatakan oleh Kasubbag Humas bahwa penangkapan Narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 1 paket tersebut pada tanggal (6/8) pukul.22.00 Wit dengan TKP depan taman rusa jalan Marind Merauke kelurahan Maro Merauke Papua.

Daftar Pencarian Orang (DPO). (Kabar Noken/ CAR)

Sedangkan penangkapan Miras illegal jenis sopi di rumah sewa jalan nusa barong gang rahangiar kelurahan seringgu jaya Merauke Papua.

“Lanjut dijelaskan oleh Kasat ResNarkoba bahwa untuk kasus Narkoba 1 paket tersebut digeledah dari saku tersangka yang berinisial M alias A,”saat di interogasi diperoleh keterangan barang bukti tersebut didapat dari seseorang bernama inisial AR alias F, dan atas pemeriksaan laboratoris kriminalistik menyatakan barang bukti yang disita dari tersangka adalah positif metamfetamina.”

Sedangkan terhadap inisial AR alias F sebagai penyedia barang masih dalam penyelidikan dan telah ditetapkan DPO ( Daftar pencarian orang ),”

Kemudian menyangkut miras ( minuman keras ) jenis sopi dengan inisial tersangka SL alias P berhasil diamankan barang bukti sebanyak 20 liter miras jenis sopi dan puluhan botol sopi 600ml siap jual serta peralatan masaknya,”ungkap Kasat Res Narkoba Polres Merauke.

Tersangka Narkoba dan Pembuat Miras. (Kabar Noken/ CAR)

“Lanjut dikatakan barang haram tersebut diduga masuk Merauke dari kota Makassar, dan masih dalam pengembangan, terhadap tersangka narkoba akan dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun,”

Untuk tersangka pembuat miras illegal jenis sopi diterapkan pasal 204 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara masksimal 15 tahun dan pasal 140 jo pasal 86 ayat 2 UU RI nomor 18 tahun tentang Pangan sedangkan pangan hanya maksimal 2 tahun,”

Akhirnya dihimbau oleh Kasat Res Narkoba dan Kasubbag Humas kepada seluruh warga masyarakat Merauke bila mengetahui keberadaan tersangka sebagai DPO segera hubungi pihak Kepolisian terdekat atau Satuan resNarkoba Polres Merauke serta jangan sekali-kali terjerumus masalah Narkoba.

Kontributor : CAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.