Sekolah Alam Charitas Mayo, Solusi Belajar di Masa Pandemi

Sekolah Alam Charitas Mayo, Solusi Belajar di Masa Pandemi

Kabar Nolen, Merauke – Peresmian sekolah alam Charitas Mayo Urumb di wilayah Paroki Bunda Hati Kudus Wendu, Distrik Semangga, diresmikan oleh Kepala Kampung Urumb Godefridus Samale Mahuze, Kamis (25/3).

Pengguntingan pita oleh Kepala Kampung Urumb disaksikan Kepala Sekolah Alam Suster Vincentin Nainggolan, KSSY serta Pastor Andreas Fanumbi, Projo sebagai penanggung jawab berdirinya beberapa sekolah alam di kawasan Paroki Bunda Hati Kudus Wendu.

Peresmian oleh Kepala Kampung Urumb, Godefridus Samale Mahuze

Kepada Kabar Noken, Pastor Andreas Fanumbi, Projo yang hampir 15 tahun mengabdi di kawasan Wendu mengungkapkan motivasi terdalamnya dalam upaya mendidik dan membentuk anak-anak asli Papua sebagai generasi emas harus bersifat holistik atau menyeluruh. Hal tersebut berkaitan dengan pengembangan iman, karakter, pengetahuan dan kemandirian. Pastor berdarah Tanimbar melanjutkan, mengajar dan mengasuh mereka dibutuhkan tekad dan hati yang sungguh-sungguh berorientasi pada semangat untuk melayani agar mereka menjadi generasi yang siap menyongsong berbagai perubahan ke arah yang lebih baik lagi dari generasi sebelumnya. 

Anak-anak di wilayah Paroki Bunda Hati Kudus Wendu menjadi prioritas pelayanannya juga, mengingat mereka belajar dalam segala keterbatasan tegasnya.

Kemudian, satu hal yang menurut Pastor Andy biasa ia disapa, kedepan anak-anak generasi millenial ini jangan lagi hidup bergantung pada kekayaan sumber daya alam, namun justru harus memiliki pengetahuan untuk mengelolanya, untuk itu pendidikan menjadi hal yang prioritas. 

Suster Vincentin Nainggolan, KSSY bersama anak-anak sekolah alam

Hal tersebut direspon oleh Suster Vincentin Nainggolan, yang bertanggung jawab sebagai kepala sekolah alam yang merangkul anak-anak usia paud dan taman kanak-kanak. Beliau juga menyatakan semangat melayani karena sesungguhnya anak-anak ini memiliki talenta-talenta yang luar biasa.  

Kepada orang tua, Suster yang berasal dari Medan ini berpesan untuk selalu mendukung anak-anak bersekolah walaupun masih dalam pandemi Covid 19. Materi terkait edukasi tentang protokol kesehatan Covid 19 juga disampaikan kepada anak-anak. “Selama pandemi ini anak-anak tidak pernah belajar dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain, ini menjadi keprihatinan kami, kiranya sekolah alam Charitas Mayo menjadi solusinya.” Ujar Suster Vincensia bersemangat. 

Adapun operasional kegiatan sekolah alam Charitas Mayo ini sepenuhnya didukung oleh Yayasan Amici Vivitas untuk 20 orang anak berusia 3-6 tahun.

Godefridus Samale Mahuze, Sebagai Kepala Kampung Urumb juga bertekad akan mendukung dari alokasi dana kampung bidang pendidikan, ungkapnya menutup percakapan. (Will)

3 thoughts on “Sekolah Alam Charitas Mayo, Solusi Belajar di Masa Pandemi

  1. This is the right blog for anyone who wants to find out about this topic. You realize so much its almost hard to argue with you (not that I actually would want…HaHa). You definitely put a new spin on a topic thats been written about for years. Great stuff, just great!

  2. I’m really impressed with your writing talents as smartly as with the structure on your weblog. Is this a paid theme or did you customize it your self? Either way keep up the nice quality writing, it is uncommon to see a nice weblog like this one nowadays..

  3. Thanks , I have recently been searching for information approximately this subject for a long time and yours is the greatest I have came upon till now. However, what about the bottom line? Are you sure concerning the source?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.