Sisi lain, Sosok Ketua KPU Theresia Mahuze, SH

Kabar Noken, Merauke – Dijumpai Kabar Noken, disela-sela pengambilan gambar program cooking live Secret de’cuisine Hotel CareIin, Theresia Mahuze (42) perempuan berdarah Marind yang murah senyum ini merasa sangat gembira sekali seperti mendapat challenge baru dalam hal memasak katanya ramah.

Sedikit rasa bangga seolah  menyeruak dibalik nada suaranya yang tegas, bahwasanya dirinya merasa tertantang dengan sebuah  tanggungjawab yang tidak kecil, selama menahkodai lembaga KPU Merauke untuk periode 2018 – 2023.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Cendrawasih tahun 2002 ini menyampaikan bahwa selepas event tahapan Pemilukada di penghujung tahun 2020 ini, baginya sungguh menjadi satu pengalaman berharga.

Betapa tidak, ditengah situasi pandemi Covid 19 yang merata di seluruh dunia ini, pihaknya sebagai lembaga bergengsi penyelenggara pemilihan umum yang dimulai dari event Pilpres dan Pileg hingga Pemilukada harus berjuang mensukseskan ajang tersebut, tantangan yang datang bertubi- tubi baik internal maupun eksternal. 

Perempuan yang ingin kembali ke profesi lamanya sebagai seorang advokat jika tak terpilih lagi di KPU, berujar “tahapan Pemilukada sudah berlangsung dengan baik bahkan hingga dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati ini . . . dimana semua berjalan dengan baik”, Ujarnya.

Hal ini menjadi barometer bagi dirinya akan kemampuan yang dimiliki.

“Me-manage lembaga sekelas KPU diperlukan skill dalam membangun team yang baik, kuncinya komunikasi”, tandas penyuka tanaman ini.

Ia menambahkan, pasca tahapan  Pemilukada dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, agenda KPU saat ini membangun komunikasi dengan DISDUKCAPIL, untuk meng up-grade data pemilih, supaya bisa diketahui berapa banyak lansia yang sudah meninggal atau mungkin  sudah pensiun terutama dari TNI POLRI karena ke depan mereka dapat menggunakan hak pilih nya.

Teresia menambahkan, tantangan terberat dalam tahapan proses adalah masih adanya pihak-pihak yang meragukan jalannya pemilukada ditengah wabah Covid 19.

Namun karena sikap optimistisnya maka  dukungan teman-teman dari divisi – divisi yang adapun menguatkannya. 

Disela kesibukannya, ia selalu menyempatkan diri memanjakan dirinya dengan menekuni hobby nya menanam bunga, saat ini ia memelihara berbagai tanaman hias seperti golden shower,  aneka jenis flamboyan dan cemara.

Kecintaannya akan dunia fotografi pun ditekuninya, dari hasil bidikan nya ia membuat kalender. 

Menurut perempuan yang pernah bertugas sepuluh tahun di Kejaksaan Negeri Manokwari (2007-2017) ini, katanya “kita dapat mengedukasi orang untuk cinta lingkungan tidak hanya melalui kalimat verbal saja tetapi melalui gambar pesan-pesan terkait lingkungan hidup dapat kita sampaikan”.

Iapun bertutur jika setiap orang di Merauke dengan jumlah penduduk 138 ribu ini setiap orang menanam 15 pohon saja, bayangkan betapa asrinya kota kita.

Akhirnya, ia harus segera bergegas kembali ke kantor KPU dan mengakhiri perjumpaan bersama Kabar Noken.(Will)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.