SMAN 1 Laksanakan UAS, Orang Tua Sebagai Pengawas

Kabar Noken, Merauke – SMAN 1 Merauke siap melaksanakan UAS tanggal 15-23 Maret 2021 sesuai dengan arahan petunjuk SELANJUTNYA Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19). (10/03).

Dalam Surat Edaran (SE) yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, terkait butir-butir arahan yang harus dilakukan tentang Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kesetaraan tahun 2021 ditiadakan.

Dengan ditiadakannya Ujian Nasional (UN) dan Ujian Kesetaraan tahun 2021 sebagaimana dimaksud maka UN dan Ujian Kesetaraan tidak menjadi syarat mutlak kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang yang lebih tinggi.

Peserta dinyatakan lulus setelah, menyelesaikan program pembelajaran dimasa pandemi Covid 19 yang dibuktikan dengan raport tiap semester, memperoleh nilai sikap/ perilaku minimal baik dan mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. 

Kepada Kabar Noken,  Kepala Sekolah SMAN 1 Merauke Sergius Womsiwor, S.Pd., M.Pd menjelaskan, pihaknya telah siap melaksanakan arahan tersebut dengan mempersiapkan perangkat IT yang sudah dikerjakan oleh panitia ujian. Sebanyak 360 Siswa SMAN 1 Kelas XII yang akan melaksanakan ujian akhir sekolah yang merupakan tahapan terakhir proses pembelajaran. 

Ketua Panitia UAS, Kampanye Patah, S.Pd menambahkan UAS yang akan berlangsung ini berbasis komputer/IT secara online atau daring.  Ia menambahkan, sesuai dengan kuesioner yang diberikan kepada orang tua siswa kelas XII serta mendukung pelaksanaan UAS secara daring dari rumah.

Menariknya menurut Pata, pelaksanaan UAS dari rumah  membutuhkan kerjasama dengan ortu siswa untuk membantu mengawasi anak-anaknya menjalani UAS secara daring di rumah. “Yah.. orang tua mengambil peran sebagai pengawas ujian, hal ini untuk kebaikan anak sendiri,” ujar Pata bersemangat. 

Sergius menambahkan, bagi siswa yang tidak sempat mengikuti UAS, diberikan kesempatan bagi siswa untuk mengikuti UAS susulan.

Begitupun, untuk menjawab keterbatasan sarana anak didik yang tidak memiliki fasilitas internet, akan diakomodir oleh sekolah dengan menyiapkan ruangan di laboratorium komputer dengan menjaga protokol  kesehatan. 

Mengakhiri perbincangan,   Sergius berharap anak-anak dapat menjaga kesehatan sehingga bisa mengikuti ujian dengan baik.

Sergius juga menggaris bawahi, bahwasanya UAS tetap memiliki bobot, sekalipun berlangsung ditengah pandemi Covid 19. (Will)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.