Temukan dan Obati TBC Sampai Sembuh

Temukan dan Obati TBC Sampai Sembuh

Kabarnoken.com,  Manokwari  –  Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat gelar Workshop Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TB Paru dan Sosialisasi SITB tahun 2020, di Hotel Oristom Bay Manokwari 17 – 18 September 2020. Andi Salabai, Amk  selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Arfak  kepada Kabarnoken  mengatakan bahwa  Slogan TOSS TB “Temukan dan Obati  Sampai Sembuh TBC”  dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan khususnya yang ada di seluruh puskesmas di wilayah kabupaten Pegunungan Arfak.  

“TOSS TB ini adalah sebuah  pendekatan  menemukan, mendiagnosis, mengobati, dan menyembuhkan pasien TBC untuk menghentikan TBC di masyarakat. Langkah-langkah TOSS TBC yaitu temukan gejala di masyarakat, obati TBC dengan tepat dan cepat, pantau pengobatan TBC sampai sembuh”.  “Saya juga berharap agar para peserta  ketika kembali ke Puskesmas tempat tugas  masing-masing, mereka dapat  menjalankan program TB  secara baik dan benar termasuk secara rutin  melaporkannya sebagaimana diharapkan oleh Subdit TBC Kemenkes RI” , ujar Andi Salabai.

Saat ini Subdit TBC Kemenkes RI  telah mengembangkan Sistem Informasi TB (SITB) yang dapat digunakan untuk pencatatan dan pelaporan kasus TBC Sensitif Obat (TB SO) dan TBC Resisten Obat (TB RO), pengelolaan logistik, laboratorium, serta terintegrasi dengan Sistem Informasi Kesehatan lainnya seperti SIHA, SIMRS, dan lain-lain. Hal ini dikatakan Sane Maryen, SKM salah satu narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat kepada Kabarnoken.

Ketua Panitia Workshop  Ayup Indouw, Amk  kepada Kabarnoken menjelaskan bahwa Workshop  Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TB Paru dan Sosialisasi SITB tahun 2020 Kabupaten Pegunungan Arfak ini diikuti oleh penanggungjawab program TB  yang berasal dari 10 Puskesmas yaitu Puskesmas Anggi, Puskesmas Minyambouw, Puskesmas Taige, Puskesmas Sururey, Puskesmas Didohu, Puskesmas Testega, Puskesmas Anggi Gida, Puskesmas Membey, Puskesmas Hingk dan Puskesmas Catubouw. “Hasil yang diharapkan dari Workshop ini yaitu agar peserta paham kebijakan penanggulangan TBC di Indonesia,  kenal dan paham aplikasi Sistem Informasi TB, dapat menggunakan aplikasi SITB untuk  membuat data suspek, rujukan pemeriksaan laboratorium TB, pengobatan pasien, perkembangan pengobatan, rujukan pasien, mampu mengisi hasil pemeriksaan laboratorium dan mampu melakukan permintaan logistic TB. Semua laporan ini  dilakukan secara online”, ujar Ayup Indouw.

Narasumber Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Sane Maryen, SKM dan Eko Susilo, SKep

TBC umumnya menular melalui udara, ketika penderita TBC aktif memercikan dahak saat batuk, bersin dan berbicara. Bakteri TB akan ikut keluar melalui lendir tersebut dan terbawa ke udara, selanjutnya bakteri TB akan masuk ke tubuh orang lain melalui udara yang dihirupnya.
Gejala TBC yang sering muncul adalah batuk lebih dari 2 minggu, mengalami sesak pada pernafasan, dan berkeringat di malam hari tanpa aktivitas. Oleh karena itu langkah pencegahan penularan TBC yang harus dipahami masyarakat adalah kita harus paham etika batuk atau bersin, yaitu gunakan masker, tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam, tutup mulut dengan hidung dengan tisu dan jangan lupa membuangnya ke tempat sampah, serta mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir.
Jika pengobatan TBC tidak dilakukan dengan tepat dan cepat, maka kuman-kuman TBC akan menjadi kebal terhadap pengobatan biasa, sehingga diperlukan lagi pengobatan TBC Resisten Obat, yang tentunya lebih repot lagi karena pengobatan untuk TB RO jauh lebih lama, jumlah obat yang diminum lebih banyak, termasuk membutuhkan pembiayaan yang lebih besar dan perlu penanganan pasien lebih khusus, karena pasien TB RO harus meminum obat di depan petugas kesehatan. (Philips R)

One thought on “Temukan dan Obati TBC Sampai Sembuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.