kabarnoken.com – Dekai, Yahukimo — Aksi kekerasan kembali mengguncang Kabupaten Yahukimo. Sebuah rumah warga dilaporkan dibakar secara sadis pada Selasa (7/1/2026) siang, sekitar pukul 10.00–11.00 WIT, di Jalan Bambu II, Kota Dekai. Peristiwa yang terjadi di tengah aktivitas warga itu diduga kuat dilakukan oleh kelompok TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, menambah daftar panjang teror terhadap masyarakat sipil.
Teror di Siang Bolong
Api dengan cepat melahap bangunan rumah, memaksa warga sekitar panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Tidak ada tanda-tanda konflik terbuka di lokasi, sehingga pembakaran ini dipandang sebagai aksi intimidasi murni yang menyasar warga sipil tak bersenjata. Kejadian di siang bolong tersebut mempertegas rasa takut masyarakat, karena kekerasan kini dilakukan tanpa lagi bersembunyi.
Kecaman Masyarakat
Masyarakat setempat mengecam keras tindakan tersebut. Mereka menilai pembakaran rumah warga adalah pelanggaran berat terhadap kemanusiaan dan bukti bahwa TPNPB-OPM terus menjadikan rakyat sebagai korban. “Kami tidak ikut perang siapa pun, tapi rumah kami dibakar,” ujar seorang warga dengan nada geram.
Trauma dan Kehilangan
Peristiwa ini menambah trauma mendalam bagi masyarakat Yahukimo. Rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan berubah menjadi abu, meninggalkan luka psikologis dan kehilangan harta benda. Warga menegaskan bahwa aksi semacam ini hanya memperdalam penderitaan rakyat Papua, terutama perempuan dan anak-anak yang paling rentan.
Seruan Perlindungan Sipil
Peristiwa ini kembali menegaskan desakan warga Yahukimo agar kekerasan dihentikan dan ruang hidup sipil dilindungi. Masyarakat meminta negara hadir memberikan rasa aman, serta menuntut agar kelompok bersenjata menghentikan aksi teror yang hanya menyisakan trauma, kehilangan, dan penderitaan bagi rakyat Papua sendiri.
Harapan Papua: Damai, Bukan Teror
Papua membutuhkan kedamaian, pembangunan, dan kepastian hukum agar generasi muda dapat tumbuh tanpa rasa takut. Kekerasan hanya memperdalam luka, sementara persatuan dan dialog membuka jalan menuju kesejahteraan.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

















