kabarnoken.com – Yahukimo, Papua Pegunungan — Masyarakat Yahukimo menyatakan penolakan tegas terhadap kehadiran TPNPB-OPM Kodap XVI di wilayah mereka. Bagi warga, rangkaian klaim dan aksi bersenjata yang diumumkan kelompok tersebut bukanlah “perjuangan”, melainkan sumber ketakutan yang terus merenggut rasa aman masyarakat sipil. Setiap malam menjadi waswas, setiap jalan publik terasa berbahaya, dan kehidupan sehari-hari terhenti karena ancaman kekerasan yang tak memilih korban.
Kekerasan yang Melampaui Batas
Dari sudut pandang warga, kekerasan yang berulang baik tembakan, intimidasi, maupun peringatan meninggalkan kampung telah memukul masyarakat kecil yang tidak terlibat konflik. “Kami petani, pedagang, dan jemaat gereja. Kami hanya ingin hidup tenang,” ujar warga. Mereka menegaskan bahwa korban sipil di Yahukimo adalah bukti nyata bahwa kehadiran kelompok bersenjata justru membawa penderitaan, bukan perlindungan.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Ancaman yang terus berulang membuat aktivitas kebun terhenti, perdagangan lumpuh, dan ruang publik kehilangan fungsinya. Anak-anak tidak lagi bebas bermain, jemaat merasa waswas beribadah, dan masyarakat hidup dalam bayang-bayang teror. Situasi ini memperlihatkan bahwa kekerasan bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan tatanan sosial dan ekonomi warga.
Seruan Penghentian Kekerasan
Masyarakat Yahukimo mendesak agar semua bentuk kekerasan dihentikan dan wilayah sipil dijauhkan dari aksi bersenjata. Warga meminta agar keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, ruang publik dikembalikan fungsinya, dan dialog damai ditempuh tanpa mengorbankan nyawa orang tak bersalah.
Harapan Papua: Keamanan dan Pembangunan
Bagi masyarakat Yahukimo, kebutuhan mendesak bukanlah senjata, melainkan keamanan dan pembangunan. Mereka berharap agar pemerintah dan aparat memperkuat perlindungan sipil, membuka ruang dialog, serta memastikan pembangunan berjalan tanpa gangguan.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

















