WASPADAI TBC Resisten Obat

WASPADAI TBC Resisten Obat

Kabarnoken.com – Manokwari, Kita perlu mewaspadai Tuberkulosis (TB) akibat dari pasien yang tidak teratur mengkonsumsi obat TBC maka akan menimbulkan  TBC Resisten Obat (RO). “TB RO  Ini lebih berbahaya. Penyebabnya akibat penderita TB tidak rutin meminum obat anti tuberculosis, penderitanya tidak tertib, sehingga penyakit TB nya lebih parah.

 Hal ini dikatakan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat  dr Nurmawati saat memberikan materi Kebijakan Program Pengendalian TB kepada peserta Workshop Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TB Paru dan Sosialisasi SITB Tahun 2020 Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Arfak,  di Oriestom Bay Hotel, Manokwari 17 September 2020.

Penanganan pasien TB Resisten Obat (TB RO) lebih merepotkan lagi karena pengobatannya jauh lebih lama, jumlah obat yang diminum jauh lebih banyak, selain itu butuh pembiayaan yang lebih besar dan perlu penanganan pasien lebih khusus, karena pasien TB RO harus meminum obat di depan petugas kesehatan”, ujar dr Nurmawati. 

Untuk mendiagnosa penderita TBC, saat ini sejumlah layanan kesehatan di Provinsi Papua Barat baik di Rumah Sakit mapun  Puskesmas telah dilengkapi mesin Test Cepat Molekuler (TCM). Penggunaan mesin TCM ini mempecepat diagnosis terduga TB dan TB Resisten Obat (TB RO), sehingga pasien dapat didiagnosis dan diobati sedini mungkin.

TBC umumnya menular melalui udara, ketika penderita TBC aktif memercikan  dahak saat batuk, bersin dan berbicara. Bakteri TB akan ikut keluar melalui lendir tersebut dan terbawa ke udara, selanjutnya bakteri TB akan masuk ke tubuh orang lain melalui udara yang dihirupnya. (Philips R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.