kabarnoken.com – Dekai, Yahukimo — Masyarakat Papua di Kabupaten Yahukimo menyambut dengan penuh sukacita dan harapan atas kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia di Kota Dekai. Warga dari berbagai kalangan tampak menyiapkan penyambutan sebagai bentuk penghormatan dan rasa bangga. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa negara hadir dan mendengar jeritan rakyat di tengah situasi yang tidak mudah.
Antusiasme Rakyat Yahukimo
Antusiasme warga terlihat dari persiapan penyambutan yang dilakukan secara swadaya, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Bagi masyarakat Yahukimo, kunjungan Wakil Presiden RI bukan sekadar agenda kenegaraan, melainkan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap keamanan, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat Papua.
Simbol Kehadiran Negara
Kunjungan ini menjadi simbol kehadiran negara di tengah kegaduhan dan ketakutan yang selama ini ditimbulkan oleh aksi-aksi TPNPB-OPM. Kehadiran Wakil Presiden RI memperlihatkan bahwa Papua tidak pernah ditinggalkan, melainkan terus menjadi bagian penting dari perhatian nasional.
Harapan Rakyat Papua
Warga berharap, kehadiran Wakil Presiden RI membawa angin segar bagi pemulihan rasa aman, kelancaran layanan publik, serta masa depan pendidikan dan kesehatan di Yahukimo. “Kami ingin hidup tenang dan maju. Kedatangan Wakil Presiden adalah tanda bahwa negara tidak meninggalkan kami,” ujar seorang warga Dekai dengan penuh harapan.
TPNPB-OPM Kian Terasing
Sambutan hangat masyarakat Yahukimo menegaskan tekad rakyat untuk berdiri bersama NKRI dan menolak segala bentuk teror yang merusak kedamaian Tanah Papua. Aksi-aksi TPNPB-OPM yang selama ini menebar ketakutan semakin kehilangan simpati, kian terasing dari hati orang Papua yang mendambakan damai dan pembangunan.
Papua Menuju Damai dan Persatuan
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa rakyat Papua memilih jalan persatuan, bukan kekerasan. Kehadiran Wakil Presiden RI di Yahukimo memperkuat keyakinan bahwa masa depan Papua hanya bisa dibangun melalui kedamaian, pembangunan, dan kebersamaan dalam bingkai NKRI.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.

















